Diskusi marketing bersama teman sekost-an memang selalu menarik minat saya. Pada hari minggu sore saya dan pak BW, begitu panggilan akrab temanku, membincangkan perihal tamu mahasiswi Universitas Columbia dari New York, Amerika Serikat yang sedang internship di kantor lapangan TNC-Terrestrial Berau. Setiap harinya Rumi Naito, mahasiswi tersebut terbantukan dengan kebaikan rekan kerja kami yang menjemput dan mengantarkan pulang dengan motor. “Namun bagaimana nanti setelah rekan tersebut pindah?” siapa juga yang akan membantu mahasiswi tersebut.
Pak BW sambil seloroh dia punya beberapa orang ojeg panggilan. Bukan hanya itu dia tahu mana ojeg yang berbisnis ojeg dan bukan asal ngojeg. Sekarang setiap saat Pak BW kerja di kantor Tanjung Redeb, beliau bisa mengirimkan pesan singkat kepada ojeg andalannya yang menjemput tepat waktu dan pelayanan yang paling special adalah badan si ojeg tersebut wangi!. “Dia selalu menggunakan parfum mas, jadi saya senang dibonceng orang tersebut”, sela pak BW.
Saya terkesima, walah ada juga ya tukang ojeg yang mempunyai pelayanan seperti itu, tidak terpikirkan sebelumnya. Kalo saya ambil kata-kata pak Hermawan Kertajaya, ahli marketing prominen negara ini, pasar sekarang memasuki fase ‘one to one market’. Segmentasi pasar akan semakin jelas dan produsen akan menargetkan differensiasi produk dan servisnya langsung orang perorang.
Jadi sebetulnya, ojeg bukan lagi komoditi dan pasarnya bukan lagi diskrit, liar, tidak menentu, tergantung rezeki dari Gusti Ilahi. Ojeg memiliki pasar yang bisa disasar secara jelas, direncanakan dan menyasar orang perorang. Kembali ke diskusi sore itu, pak BW menambahkan satu pelayanan yang dia suka dari ojeg providernya itu. “Dia kalo bawa motor pelan-pelan mas, ga ugalan, saya jadi tenang diperjalanan” begitu dia mengahiri diskusi perojegan.
Lah sekarang memang begini dunia kita, pengguna ojeg tidak lagi nrimo pelayanan asal gas, tapi juga menentukan malah bisa menjadi customer loyalty usaha ojeg anda!
-Insight Market-ing, Life and Conservation Journal-Sunday, 20th June 2009/ Abang Fakhrizal
@:^)
No comments:
Post a Comment