Spiritualitas sekarang banyak dibicarakan bukan saja di lorong masjid, surau ataupun langgar, namun sudah hadir pada diskusi eksekutif, kelas professional dan bagi sebagian karyawan LSM Internasional seperti saya. Di negara kita salah satu lembaga kondang untuk membicarakan topik ini diasuh oleh pak Ary Ginanjar Agustian dengan 165 yang populer dan God Spot nya yang merontokkan semua rasio manusia. Di luar negeri istilah 'respiritualizing human' juga sudah menjadi bahan diskusi seperti yang digarap oleh eidi-emotional intelligence and diversity insititute, sebuah lembaga yang basisnya berada di Los Angeles, California, AS.
Dalam workshop kepemimpinan kali ini, saya dan kawan-kawan lembaga seasia pasifik berkumpul di kota Melbourne, sebuah kota padat yang berlokasi di bagian selatan benua Australia. Perjalanan dengan 6 jam pesawat non stop dari Bandara Soetta, Banten. Menurut eidi, kepribadian seseorang dibentuk dipengaruhi oleh tiga lapisan, pertama disebut dengan dimensi internal. Dimensi yang terdiri dari pengaruh suku, ras, kemampuan fisik, umur, jenis kelamin dan orentasi seksual. Dimensi kedua terdiri dari lokasi geografis, pendapatan, kebiasaan pribadi, kebiasaan saat berekreasi, agama, latar belakang pendidikan, pengalaman kerja, penamiplan, status pengasuhan, status perkawinan. Sedangkan aspek terakhir yaitu dimensi organisasional, yaitu tingkat fungsi atau klasifikasi pekerjaan, kemampuan isi pekerjaan, divisi, senioritas, lokasi bekerja, afiliasi politik dan status pengelolaan.
Ketiga aspek tersebut bersama-sama membuat manusia berfungsi secara emosional dan rasional. Emosi biasanya ada pada jantung energi kita, komitmen dan motivasi. Perasaan berpengaruh pada pembentukan reaksi kita pada perbedaan yang kita alami untuk orang lain, apakah kita akan mendekati atau menghindari, menyukai atau membenci, menerima atau menolaknya. Semakin kita memahami dan mengelola bagaimana respon emosi kita, semakin kita dapat menikmati kenyamanan dalam membangun sebuah hubungan, efektifitas dalam sebuah interaksi dan kedamaian dalam diri.
Melbourne, 10 November 2010
