Hidup dan sarana kehidupan yang diciptakan Tuhan bagi orang yang beriman, sudah beribu tahun kita diberikan standar dunia akhirat atas keseimbangan bertindak tanduk sebagai manusia. Sekarang ini manusia modern dibelahan bumi nusantara sedang trend dengan istilah 'karbon', mekanisme insentif uang dari upaya pemrakarsa mengurangi deforestasi dan degradasi, usaha tersebut pemrakarsa jual kepada pembeli yang selama 20 tahun terakhir ini menggunakan SDA yang diberi tuhan untuk keuntungan kelompoknya.
Kelompok tersebut dengan mekanisme -sebetulnya sangat kompleks, berbelit, belum jelas, spekulatif- akan membayar upaya pengurangan emisi (sampah) yang dibuat dengan pemrakarsa yang berhasil mengurangi sampah global tersebut. Kalo saja manusia itu patuh sama perintah Tuhan, sayangnya tabiatnya gak begitu dan mbalelo, prinsip berlaku adil dan berbuat kebaikan, tidak berbuat keji, kemungkaran dan permusuhan. Tentunya prinsip-prinsip tersebut sudah selayaknya menjadi cerminan kita hidup dengan berkeseimbangan di bumi ini. Pertama yang memanfaatkan alam pasti akan mengembalikan sebagian wujud keuntungannya kepada lingkungan dan masyarakat, wujud 2,5% zakat untuk membersihkan harta keuntungan pada hakikatnya adalah bentuk kesholehan atau ketundukan kita untuk berbagi tersebut. Angka 1/40 adalah angka minimum subyek manusia intelek dan berbudi.
Kalo kita buka-buka terjemahan Dep Agama dari kitab yang disucikan oleh Maha Pencipta, kata pembersihan atau tazkiah, selalu bersandang dengan sholat. Karena pada prinsipnya upaya gerak hidup kita, secara sufistik, adalah simbolis dari upaya pembersihan diri dengan pemaknaan doa dalam kehidupan.
Sebetulnya dibumi manusia modern ini, tidak ada hal yang baru, walaupun 'mainan' dunia kita banyak yang baru dan merupakan perjalanan panjang peradaban manusia. Pada hakikatnya bagaimana kita bisa hidup berkeseimbangan. Masalahnya kita ini perlu dikasih tau atau bisa secara sadar menjadi manusia baik secara social?
Quotes
"Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran" (QS AnNahl:90)
"Dan dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. Dan kebaikan apa saja yang kamu usahakan bagi dirimu, tentu kamu akan mendapat pahalanya pada sisi Allah. Sesungguhnya Allah Maha Melihat apa-apa yang kamu kerjakan" (QS Al Baqarah 110)