Wednesday, October 13, 2010

Tenaga Survey opo Survey Ilmiah

LSM International dengan pendekatan sains memiliki harapan kuat untuk melatih tenaga survey, proses pendidikan, capacity building, penelitian, pengembangan metodologi pengambilan data bagaimana menjadi intervensi untuk Land Use manager. Peran seperti itu kemudian menjadi melembaga menjadi suatu unit survey. Reposisi peran tim survey penting karena menentukan input arah program kedepan.

Akumulasi metodologi standar sudah diperkaya dengan jam terbang tinggi dapat memberikan penambahan nilai untuk modifikasi. Survey menghasilkan data, data menjadi informasi, informasi menjadi hasil analisa, hasil analisa bisa menjadi rekomendasi kebijakan.

Seharusnya lembaga menghargai diri sendiri, untuk meningkatkan nilai jual profesi dan personal tim. Komoditas data penelitian dapat berupa menjadi produk cerita dari lapangan, pengalaman-pengalaman dan buku panduan lapangan.

Penyajian dan ekspose hasil penelitian sebetulnya disajikan dalam bentuk sederhana sambil memperkenalkan identitas tim survey. Selama ini tim survey mendukung Science (riset), Comdev (community organizer), Komunikasi (data/informasi management), Program (capacity building/riset) secara sederahana semua dapat dilakukan pada core competency Survey Biodiversity. Bagaimana menjual adalah dengan membuat kemasan tersebut hadir dalam bentuk poster, booklet, field guide dan hasil identifikasi sederhana.


 

Tanjung Redeb, 13 Oktober 2010

Tuesday, October 12, 2010

Pekerjaan Satu Hari

Pekerja dan pekerjaannya membutuhkan upaya bekerja agar cepat hasil dan selesai, kerja gak lagi dengan keringat jaman sekarang trend untuk bekerja cerdas-smart dan bekerja cepat!. Tapi yang namanya dunia, the city that never sleeps, tidak akan pernah berakhir. Pekerjaan besok jangan pernah ditunda besok, karena besok akan membuahkan sebuah pekerjaan baru. Bekerja seperti kuda, di pacu dicambuk dan dipecut, mungkin masih relevan, deadline mengejar-ngejar dan diujung pintu kantor sudah ditunggu oleh laporan bulanan.

Pada hakikatnya pekerjaan yang tidak pernah berakhir itu adalah waktu kita, pertemuan antara kurva sigma umur badan kita dan sisa jatah waktu tinggal di dunia. Kita akan tersentak kelak dengan cepatnya waktu berlalu mengejar emas, kursi dan wanita, sampai kemudian kita tersadar ketika tangan mungil, mata kejora dan mulut cadel itu berubah menjadi sosok manusia dewasa dengan anak-anak mereka di kanan dan kirinya. Apakah pada waktu reuni itu nanti mereka akan ingat berapa banyak emas dan kursi yang berhasil kita bawa pulang, atau wanita yang membuat kita mabuk, ataukah mereka akan mengenang suatu pagi yang dihabiskan bersama dengan canda dan tawa lepas, suatu kenangan manis di sore hari di dekat semak berry hutan, ketika malam bercerita kisah seorang pangeran tampan menunggang kuda coklat membawa sekeranjang madu itu? Entahlah


 

Tanjung Redeb, 12 Oktober 2010

Saturday, October 9, 2010

Building Human Blocks


Bangunan Mulia

Nabi Muhammad SAW menghabiskan banyak waktu untuk membangun sebuah jembatan, bangunan yang kokoh yang mebuat perubahan peradaban manusia. Nabi SAW pernah berkata, saya merindukan orang yang sangat dicintai, sahabat bertanya bukankan kami orang yang dicintai, nabi SAW menjawab kamu adalah sahabatku dan saya mencintai Al Ahbab, orang yang mencintai Nabi SAW walaupun tidak pernah bertemu denganku.

Proses pembangunan jembatan hati membutuhkan kita sebagai orangtua untuk membaca, bahkan orang yang belum menikahpun dapat membaca tentang pernikahan, tentang parenting dsb. Nabi SAW bersabda, barang siapa yang dapat mendidik 3 anak perempuan dengan baik maka dia akan masuk surge. Jadi kenapa tidak tujuan mulia hidupku adalah memberikan yang terbaik menjadikan mereka anak laki-laki dan perempuan yang lebih baik, sambil memvisualkan bahwa merekalah yang akan membuka pintu surga sambil berkata, silahkan masuk ayahanda.

Mulailah dengan mencintai anak dan masuklah dengan iman. Semeni dengan batu bata ibadah. Manifestasi semua itu adalah perilaku, tingkah laku, ahlak, moral, adab. Konsep moral akan terbangun diatas konsep ibadah, apabila tidak maka konsep itu akan kosong, labil dan palsu. Ahlak nabi Muhammad SAW adalah adzim, Agung, kata yang digunakan Tuhan yang levelnya sama dengan keagungan Tuhan, AlQuran, Adzab, Hari Akhirat dsb. Radiasi ahlak tersebut tidak saja merubah jiwa manusia namun juga teradiasi pada mahluk hidup dan tanaman.

Nabi SAW tidak pernah menyalahkan Annas r.a ketika beliau diminta melakukan sesuatu dan diperintah orang lain. Beliau SAW mengajarkan taqdir secara konstruktif, bahwa Alloh swt tidak mengizinkan hal tersebut terjadi, namun dihari kemudian hal tersebut bisa terjadi berbeda apabila anak tersebut melakukan hal dengan cara yang berbeda.


 

Tanjung Redeb, 09 Oktober 2010

Friday, October 8, 2010

Bekerja Tanpa Hati

Penyakit sering hadir pada air tergenang, ketika ia bergerak dalam aliran sungai, air tersebut menjadi sehat kembali. Seperti halnya air, dalam organisasi saya kok merasa hal yang sama kalo 'menetap' terlalu lama, konsekuensi bekerja ala si 'mukimin' dan 'muhajir' akan memberikan dampak yang berbeda pada organisasi tersebut. Mukimin biasanya ahli sejarah perjalanan organisasi, kenal watak tetangga rumah, tau gossip yang berkembang sampai dinamika politik kantor. Muhajir, sebagai pendatang melihat komunitas yang ada sebagai tetangga baru, optimisme, peluang hidup, belajar kultur setempat, idealnya membawa perubahan terhadap tempat tersebut.


 

Sasaran intervensi semua kata benda nilai sebuah lokasi konservasi, Biodiversity, Livelihood, Land Use Management, Policy and institution, Sustainable Financing. Sasaran intervensi ibarat amunisi. Apa senjatanya? Science knowledge management, spatial planning, Community development, Campaign and advocacy ditambah governance, communication, learning and application dan operations.


 

Yang perlu dibangun dalam membangun sebuah pencapaian organisasi yang baru adalah bangunan road map intervensi dan approach. Road map tersebut merupakan islah antara mukimin dan muhajirin. Sebuah islah yang dapat mendamaikan masa sejarah yang dialami si mukimin dan ide-ide baru perubahan si muhajirin. Gap tersebut adalah jurang, dan islah adalah jembatan untuk mempertemukan kedua tepi jurang tersebut.


 

Samarinda, 08 Oktober 2010

Thursday, October 7, 2010

Modal Awal

Nafsu dan kemampuan perubahan arah, changing the course, perlu menukik melihat model masa lalu yang dibangun dengan responsive dan adaptif sesuai dengan kebutuhan lapangan. Modal awal disebut dengan Sasaran Intervensi dan arah perubahan dapat menggunakan approach. Sasaran intervensi dari fokus area, semua kata benda, yaitu Biodiversity, Livelihood, Land Use Management, Policy and Institution dan Sustainable Financing (Duit Bunga Berbunga). Adapun approach berupa pendekatan Science Knowledge Management, Spatial Planning, Community Development, and Campaign and Advocacy.

Organisasi petaka dimulai apabila leadership style tidak bisa melakukan konsesus dan rekonsiliasi antara basis sasaran intervensi dan approach baru yang akan dilakukan. Seorang pemimpin yang jeli akan dapat membuat perubahan arah yang paling,smooth through process. Perubahan adalah kebutuhan karena kita hidup dan karena kita exist!

Lupa Diri

Kehidupan dalam gerbong waktu, seakan lenaan nyanyian dan tontonan hiburan dalam kereta waktu, kita lupa pada kesadaran diri terhadap realitas alam dunia.

Betapa buah dari kesadaran tentang siapakah saya dan Tuhan sangat mahal atau kalo boleh tak terhingga ruang dan waktu maknanya. Sebuah perjalanan hidup yang tidak tergantikan oleh senangnya dunia, ternyata uang kita tidak dapat membeli waktu, sampai ada proverb jarak terjauh adalah sekarang dan masa lalu.

Governance partnership is a key to successful life, pada hakikatnya bagaimana menggunakan perspektif governance pada hidup dan pekerjaan keseharian kita.

Kepentingan pada akhirnya yang membuat kita itu ada, artinya kompromilah yang dapat mempertemukan 'nya' ditengah.


 

Terinspirasi, Ippho 'Right' Santoso, 7 Keajaiban Rezeki


 

Bogor, 06 October 2010

Tuesday, October 5, 2010

Governing Governance

Governance dalam tata bahasa memiliki makna yang lebih tepat sebagai Penata Kelola Sesuatu, dalam konteksnya intervensi strategi konservasi maka memiliki peranan sebagai penata kelola seluruh program yang berada di tingkat tapak, dalam istilah lain governance pun memiliki karakter sebagai pelayan dan pengasuh. Bos kami memaknai governance sebagai alat tembak sedangkan pelurunya diberikan oleh staff program. Persepsi seperti ini yang perlu dibangun konsepsinya, apakah governance memberikan supportnya kepada program atau sebaliknya seluruh program pada tingkat tapak memberikan kontribusi governance.


 

Kesalahan pencermatan kebanyakan staff adalah yang disebut dengan reduksionisme, menyederhanakan bidang kompleks kepada garis lurus yang sederhana, contohnya menerjemahkan strategic objective yang setara antara satu poin dengan poin yang lainnya menjadi strategic objective secara structural. Keduanya tidak bisa dianggap benar karena dapat mengabaikan tingkat kerumitan dan terbangun silo yang baru dengan ego site atau isu masing-masing.


 

Strategic objective tim governance secara umum kedalam tiga hal yaitu policy intervention, stakeholder engagement dan kelembagaan. Proses transisi yang cukup menarik adalah membuat frame pendekatan sejak dimulainya program, sehingga dapat secara proporsional membangun 'direct services' atau positioning ekspertise kelembagaan pada mitra. Proses kemitraan antara CSO dengan pemerintah masih sering dianggap tidak setara karena pemerintah yang tidak suka bisa saja melarang keberadaan dari CSO tersebut. Sehingga dengan dalih seperti itu maka proses direct services tadi akan membuat positioning CSO tidak setara dan memiliki positioning yang cukup kuat untuk menawarkan ekspertise tersebut.


 

Pemahaman strategic objective kedepan perlu dimaknai secara vertical dan horizontal, merefleksikan terhadap program satu tahun dan memiliki ukuran terhadap kinerja yang tepat.


 

Bogor, 05 Oktober 2010

Monday, October 4, 2010

Sekolah Kampungan

Mimpi Punya Sekolah

Saya dan istri suka mendiskusikan mimpi belakangan ini, sebetulnya memang suka saja melamun bersama, bukan karena para master motivator hidup sukses yang berkoar itu berhasil mencuci otak saya untuk memvisualisasikan tujuan agar mudah menjadi kenyataan, seperti jargonnya kawan yang kecemplung di bisnis MLM, "tempel foto mobil Mercedes Benz seri 101 di dinding kamar sambil sebutkan mereknya 100 kali satu hari, pasti lambat laun motor bebek Honda tahun 70an pun bisa berubah jadi mesin 3000cc", sungguh mengerikan buah dari teknik visualisasi.


 

Sekolah, betul kami berdua selalu punya ruang cerita untuk ide ini. Sekolah itu begitu mengasyikan, karena model potongan ibu dan bapak seperti kami ini adalah buah dari sekolah orangtua kita, dan kami tau betul pesakitannya jiwa dan pikiran ini. Jadilah sebuah mimpi sekolah yang dapat hadir penuh untuk menjadi model harapan, cita-cita dan doa untuk anak kami kedepan, paling tidak mendekatkan sekolah tersebut untuk anak-anak. Jangan pernah menghitung jumlah, itulah yang membuat orang dewasa frustasi, saya dan istri menggunakan hitungan kualitas!


 

Jadi kalo sekolah kita akan pasang target yang masih mungkin untuk dicapai, kalopun Tuhan memberi jalan kemudahan untuk anak orang lain itu hanya bonus sajaJ


 


 


 


 

Hey my boy is a poet!


Baca, baca, baca


Baca, bacaa, bacaa, baca, baca, baca, bacaa, bacaa….said our little son Zaky Fuad Nashiry, I think that was the first poem that he read for me J

I said to my sweetheart, 'I guess our son has the talent to become an artist, a poet, a singer, a composer'…she lough, noded and said, 'look what a child's mind like', it was gifted from God but later on the environment shape their mind, set of values and behavior.

I think children is our grand syakh at home, they teach us patience, enthusiasm and trueth. Until the age of 7, children have no blemish, their words are truth and honest. It is their parents who should take all the lesson from children.


 

Kota Bogor, Senin, 04 Oktober 2010