
Bangunan Mulia
Nabi Muhammad SAW menghabiskan banyak waktu untuk membangun sebuah jembatan, bangunan yang kokoh yang mebuat perubahan peradaban manusia. Nabi SAW pernah berkata, saya merindukan orang yang sangat dicintai, sahabat bertanya bukankan kami orang yang dicintai, nabi SAW menjawab kamu adalah sahabatku dan saya mencintai Al Ahbab, orang yang mencintai Nabi SAW walaupun tidak pernah bertemu denganku.
Proses pembangunan jembatan hati membutuhkan kita sebagai orangtua untuk membaca, bahkan orang yang belum menikahpun dapat membaca tentang pernikahan, tentang parenting dsb. Nabi SAW bersabda, barang siapa yang dapat mendidik 3 anak perempuan dengan baik maka dia akan masuk surge. Jadi kenapa tidak tujuan mulia hidupku adalah memberikan yang terbaik menjadikan mereka anak laki-laki dan perempuan yang lebih baik, sambil memvisualkan bahwa merekalah yang akan membuka pintu surga sambil berkata, silahkan masuk ayahanda.
Mulailah dengan mencintai anak dan masuklah dengan iman. Semeni dengan batu bata ibadah. Manifestasi semua itu adalah perilaku, tingkah laku, ahlak, moral, adab. Konsep moral akan terbangun diatas konsep ibadah, apabila tidak maka konsep itu akan kosong, labil dan palsu. Ahlak nabi Muhammad SAW adalah adzim, Agung, kata yang digunakan Tuhan yang levelnya sama dengan keagungan Tuhan, AlQuran, Adzab, Hari Akhirat dsb. Radiasi ahlak tersebut tidak saja merubah jiwa manusia namun juga teradiasi pada mahluk hidup dan tanaman.
Nabi SAW tidak pernah menyalahkan Annas r.a ketika beliau diminta melakukan sesuatu dan diperintah orang lain. Beliau SAW mengajarkan taqdir secara konstruktif, bahwa Alloh swt tidak mengizinkan hal tersebut terjadi, namun dihari kemudian hal tersebut bisa terjadi berbeda apabila anak tersebut melakukan hal dengan cara yang berbeda.
Tanjung Redeb, 09 Oktober 2010
No comments:
Post a Comment